TERNYATA CARA BERPIKIR MANUSIA TIDAK HANYA EKTROVER DAN INTROVER





Pada dasawarsa 1980-an, asumsi kepribadian yang belaku adalah bahwa semua “otak kanan” akan mempunyai pembawaan ekstrover dan “otak kiri” mempunyai pembawaan introver. Namun Geil Browning telah mengamati banyak otak kanan yang introver dan otak kiri yang ekstrover. Bagaimana bisa demikian?


Kita mengetahui bagian otak terdiri dari belahan kiri (otak  kiri) yang mencirikan cara berpikir orang introver (berpikir simetris, rasional, logis, analitis, matematis, verbal, linear dan menyusun berurutan) dan belahan kanan (otak kanan) yang mencirikan cara berpikir orang ekstrover (pemikir asimetris, intuitif, emosional, nonverbal, visual, pemahaman bersamaan).
Biasanya seseorang mempunyai kecenderungan untuk lebih kuat pada salah satu belahan otak. Para otak kiri dianggap lebih logis dan analitis, sementara para otak kanan dianggap lebih intuitif dan konseptual. Tapi memang orang cenderung kuat pada salah satu cara berpikir tersebut.
Dari separuh ke kuadran
  Selain menentukan apakah seseorang itu lebih logis atau lebih intuitif, kebanyakan orang juga berfokus pad cara berpikir abstrak dan konkret. Sebagian orang suka mendesain bentuk kebun, sementara yang lain lebih senang kerja berkebun. Sebagian orang suka mendesain busana, sementara yang lai  lebih senang menjahit. Bila kita meletakkan model abstrak dan konkret ini di atas model otak kiri/kanan, maka kita akan mendapatkan model empat-kuadran seperti ini:





Ned Hermann, orang yang pertama mempopulerkan model ini, menyebut celebral kiri, limbik kiri, celebral kanan dan limbik kanan. Lalu ia membuat kuesioner yang dapat dipakai untuk mengidentifikasi cara berpikir yang paling identik dan baik bagi seseorang. Sekarrang ini, kita mengenal bagian-bagian otak tersebut dengan sebutan sederhana yaitu otak kiri atas, otak kiri bawah, otak kanan atas dan otak kanan bawah.
Hasil dan temuan tersebut berusaha menunjukkan bahwa otak manusia senantiasa bekerja dinamis dan berubah. Ini adalah bentuk dari hasil persinggungan bawan genetika dan pengalaman hidup manusia. Temuan empat kuadran bagian otak ini tidak hanya menyederhanakan cara perpikir yang terbatas pada cara berpikir introver dan cara berpikir ekstrover.
Semakin ditelusuri struktur otak manusai, maka semakin banyak kejutan-kejutan ilmiah yang ditemukan. James D. Watson mengatakan bahwa otak adalah batas biologis yang terakhir dan paling canggih. Hal paling rumit yang pernah kita temui di alam semesta kita. Otak berisi ratusan miliar sel yang saling terhubung melalui triliunan sambungan. Otak membuat bingung pikiran.

Source: Buku Emergenetcs, Geil Browning, alih bahasa: Fairano Ilyas

#emergenetics #kenalipotensi 


0 komentar: