Belajar Bahasa Inggris: Kebutuhan!!!



Salah satu bahasa asing yang menjadi kebutuhan di era global sekarang ini adalah bahasa Inggris. Orang beramai-ramai mempelajari bahasa ini dengan berbagai tujuan dan motivasi. Sebagian ada yang ingin mengembangkan karir di dunia pekerjaan dan sebagian yang lain mempelajari bahasa Inggris untuk kepentingan studi serta kepentingan-kepentingan yang lain. Setiap kali saya membaca kolom lowongan kerja di perusahaan atau instansi pemerintah yang luma    yan salarynya, disana selalu mencantumkan kemampuan bahasa Inggris sebagai prasyarat baik secara lisan maupun tulisan. Ini memang sudah menjadi tuntutan di dunia kerja. Factor utamanya adalah karena perusahaan/instansi pemerintah sekarang ini banyak bersinggungan dengan dunia luar, makanya kemampuan bahasa Inggris menjadi modal utama untuk berkomunikasi dengan pihak luar. Selain itu, informasi yang lebih luas bisa didapat dari artikel-artikel dan sumber-sumber berbahasa Inggris, nah hal ini akan sangat memerlukan kamampuan membaca dan memahami tulisan berbahasa Inggris. Sementara untuk kepentingan studi, bisa dikatakan, orang-orang mutlak harus memiliki kemampuan bahasa Inggris minimal bahasa Inggris pasif seperti kemampuan membaca dan memahami tulisan dan penuturan bahasa Inggris.
Ada sebagian orang yang menganggap belajar bahasa Inggris itu sulit karena mereka berpandangan mereka tidak memiliki bakat di bidang bahasa. Hal ini menurut saya agak keliru memandangnya. Memang ada sebagian orang yang dianugerahi bakat lebih di bidang bahasa, dengan tanda-tanda seperti: mereka cepat menangkap maksud pembicara, mereka memiliki kemampuan verbal yang lebih baik berupa bisa menuturkan bahasa asing hampir persis seperti penutur aslinya dan mereka cepat beradaptasi dengan lingkungan baru bermodalkan kemampuan bahasa asing. Namun, menurut saya setiap orang mampu memahami bahasa asing manapun dengan syarat-syarat:
1.      Mulai menirukan gaya bicara dalam bahasa apapun.
2.      Mulai membiasakan diri dengan aktivitas mendengar, berbicara, menulis dan membaca baik secara pribadi maupun secara berkelompok dengan komitmen menjaga ritme pembiasaannya.
3.       Berusaha mencari atmosfer bahasa Inggris melalui dunia nyata maupu jejaring sosial.
4.      Belajar secara intensif baik terstruktur di lembaga belajar/kursus maupun belajar otodidak.

Beberapa poin di atas bukan sekedar tips, namun ajakan untuk mendisiplinkan diri jika kita ingin menguasai bahasa Inggris. Karena mau tidak mau, disengaja ataupun tidak, suka atau tidak suka bahasa Inggris sudah menjadi kebutuhan personal. Saya bercermin dari sosok Pak Jokowi presiden RI tercinta, walaupun beliau kelihatannya tidak begitu fasih berbahasa Inggris dengan gaya khasnya totok Jawanya ketika sedang berbicara kepada orang asing, akan tetapi saya yakin beliau sudah membiasakan 4 hal di atas.  Tugas kita selanjutnya adalah memposisikan diri kita berada di angka berapa jika interval kemampuan bahasa Inggris 1 sampai 10. Jika belum sama sekali maka mulailah dari angka 0 (nol), karena kita tahu ketika kita bayi, bahasa Ibu itu sama sekali asing bagi kita hingga posisi kita sekarang mungkin sudah diangka 10 dalam pengusaan bahasa Ibu.

There is no reason to take far away from the reality, it is time to learn…!!!



0 komentar: